Minuman Segar Hanya Di Mie Ayam Jamur Medan

Kopi adalah rutinitas bagi sebagian orang untuk memulai hari. Kopi dapat mengusir kantuk sambil meningkatkan semangat dan konsentrasi. Sayangnya, tidak semua orang merasa segar dan waspada setelah minum kopi. Minum kopi sebenarnya membuat sebagian orang menjadi lemas dan lebih lelah dari sebelumnya. Kenapa begitu, ya? Simak ulasan berikut ini.

Tubuh lemah setelah minum kopi, apa alasannya?
Kopi mengandung kafein, stimulan yang dapat meningkatkan energi sehingga Anda fokus lagi. Sayangnya, tidak semua orang merasakan efek yang sama. Ada beberapa orang yang tidak merasakan efek buruk setelah minum beberapa cangkir kopi, ada yang merasa lelah setelah minum satu cangkir.

Melapor dari Healthline, minum kopi tidak langsung membuat tubuh lemah. Ada beberapa reaksi tubuh terhadap kafein yang membuat energi menurun dan akhirnya membuat tubuh lelah, seperti:

1. Kafein memblokir adenosine

Ketika Anda bangun, zat kimia yang disebut adenosin berkumpul di sekitar otak. Zat kimia ini berfungsi untuk mengatur siklus bangun dan tidur. Biasanya, pada siang hari kadar adenosin akan meningkat sehingga aktivitas otak melambat. Itulah mengapa Anda menjadi tidak berdaya, tidak fokus, dan mengantuk di siang hari. Setelah Anda tidur, kadar adenosin akan menurun dengan sendirinya.

Ketika Anda minum kopi, kafein bergerak dengan darah dan akan beredar di sekitar otak. Ini menyebabkan reaksi antara kafein dan adenosin. Awalnya kafein akan menetralkan adenosine dan mencegah tubuh menjadi lemah, tetapi efeknya tidak bertahan lama.

Dalam beberapa jam setelah minum kopi, efek kafein akan hilang dan adenosin yang diproduksi otak akan kembali mendominasi, bahkan dalam jumlah yang lebih besar karena Anda belum tidur. Ya, kopi benar-benar tidak dapat mengurangi produksi adenosin. Kafein dalam kopi hanya mampu menghambat adenosin dari memasuki reseptor khusus di otak. Sekali lagi, produksi adenosin hanya akan berkurang jika Anda tidur.

Kemudian, semakin banyak kafein yang dikonsumsi, siklus bangun dan tidur Anda dapat terganggu. Kemungkinan besar Anda akan mengalami kesulitan tidur. Seiring waktu, tubuh Anda akan merasa sangat lelah karena tidak mendapat cukup waktu untuk beristirahat.

2. Anda bolak-balik ke kamar mandi

Kafein yang terkandung dalam kopi adalah diuretik, yang mendorong tubuh untuk memproduksi banyak urin. Ini membuat Anda harus bolak-balik ke kamar mandi. Anda juga berisiko mengalami dehidrasi.

Ketika urine terus diproduksi, darah kehilangan cairan. Ini mempengaruhi sistem pembuluh darah di jantung. Akibatnya, detak jantung akan menjadi lebih cepat dan tekanan darah menurun. Semakin lama, tubuh akan menjadi lebih lelah karena terus bekerja keras. Untuk itu, waspadai gejala-gejala dehidrasi seperti lemas, sakit kepala, dan urine berwarna gelap jika Anda sering minum kopi.

Kafein juga menyebabkan vasokonstriksi, yang menyempitkan pembuluh darah dan mempengaruhi aliran darah. Ini terkait dengan gejala sakit kepala pada orang yang suka minum kopi.

3. Kopi mengandung tambahan gula

Kopi sering mengandung tambahan gula. Ketika Anda minum kopi, tubuh memproses gula lebih cepat daripada kafein. Proses ini membuat energi Anda menjadi terisi tiba-tiba.

Namun, setelah itu Anda kemungkinan akan mengalami penurunan energi yang drastis, biasanya setelah 90 menit mengkonsumsi gula dengan kopi. Akhirnya, kemerosotan energi membuat tubuh Anda menjadi lamban dan lebih lemah dari sebelumnya.

4. Kafein menyebabkan kelelahan di kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan banyak hormon yang mengatur energi, suasana hati, dan kesehatan secara keseluruhan. Ketika Anda minum kopi, kafein memicu kelenjar adrenal untuk merespon saat memproduksi hormon, salah satunya adalah kortisol.

Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, berarti kelenjar adrenal terus aktif dan akhirnya menyebabkan kelelahan kelenjar adrenal. Selain itu, produksi hormon kortisol dapat membuat Anda sulit tidur di malam hari dan mengurangi stamina Anda keesokan harinya.

Jika Anda sering merasa lelah dan lemah, cobalah untuk menonton kebiasaan kopi Anda. Pertimbangkan untuk mengurangi asupan kopi dan minum cukup. Namun, jangan mengurangi asupan kopi secara tiba-tiba karena bisa menyebabkan sakit kepala. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan zat yang biasanya masuk ke tubuh.