bpnb-jogja.info – Pada tanggal 02 Mei 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan pesan bahwa pada periode kemarin Bapak Presiden Joko Widodo melakukan pembangunan infrastruktur dimana – mana untuk menghubungkan seluruh daerah sampai ke pelosok-pelosok agar saudara kita di pedalaman juga mendapatkan hak kehidupan yang sama seperti saudara kita yang ada di daerah kota. Pada periode ini pemerintahan akan terfokus pada pembangunan sumber daya manusia. Dimana pendidikan dan kebudayaan merupakan inti dari periode ini. hal tersebut dilakukan untuk pembangunan karakter bangsa dan penyiapan generasi terdidik dan terampil untuk memasuki dunia kerja.

Hal tersebut beriringan dengan hadirnya revolusi industri  dimana kecanggihan teknologi begitu luar biasa yang membuat segalanya lebih cepat, mudah dan instan, serta penyebaran informasi yang semakin meluas. Revolusi industri ini mempengaruhi gaya hidup, cara berpikir dan karakter peserta didik yang membuat pemerintah harus mengambil sikap agar anak didik tetap memiliki karakter bangsa di tengah perubahan global yang begitu pesat.

Meskipun pembangunan sarana prasarana dalam mendukung berjalannya pendidikan di Indonesia sudah berbenah diri namun kenyataanya pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga misalnya Vietnam, Singapura dan Thailand. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan lainnya. Mulai dari kualitas sumber daya manusia dari guru yang kurang, kurang meratanya penyebaran guru di daerah daerah, rendahnya minat belajar siswa, kurang meratanya sarana dan prasarana pendidikan daerah-daerah di Indonesia sampai dengan kurikulum yang terus mengalami perubahan ketika menteri pendidikan berganti. Hal ini menjadi PR pemerintah agar sistem pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang benar-benar baik.

Saat ini lebih dari 93 juta penduduk di Indonesia menggunakan internet dalam kesehariannya dan 71 Juta penduduk memiliki smartphone. Penggunaan teknologi yang begitu pesat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sebagian masalah pendidikan yang ada di Indonesia. Setidaknya pengetahuan dan informasi yang didapat dari internet dapat menambah pemahaman anak ketika pemahaman dari guru belum dapat diterima oleh peserta didik. Hal ini juga menjadi solusi bagi daerah tertinggal terdepan, terluar dan tertinggal bagi anak didik yang orang tuanya tidak dapat mendampingi belajar dan guru yang belum dapat memberikan pemahaman sehingga mendapatkan ilmu yang bahkan dapat melebihi dari yang disampaikan di sekolah.

Namun kemajuan teknologi dengan memanfaatkan smartphone dan internet tersebut masih membuat kekhawatiran orang tua, pemerintah akan dampak negatifnya. Misalnya konten yang tidak mendidik dapat mempengaruhi perilaku dan karakternya, belum lagi banyak di media sosial, orang dituntut untuk tampil menarik membuat sebagian orang memaksakan gaya hidupnya untuk mengikuti hal tersebut. Tidak dipungkiri memang konten yang begitu banyak dan bermacam-macam membuat anak dapat mengakses apa saja yang secara langsung mempengaruhi perilaku, gaya hidup dan cara berpikir mereka. Apabila tidak ada pendampingan penuh maka anak dapat mengalami dampak negatif tersebut.

Namun untungnya masih ada beberapa konten positif yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat luas. Dengan memanfaatkan kemajuan revolusi industri ini, banyak hal yang dapat kita lakukan demi kemajuan pendidikan. Salah satunya dengan membuat video kreatif yang dapat menumbuhkan kekreatifitasan anak, dan juga terdapat  website-website yang memiliki konten tentang pendidikan, misalnya gurupendidikan.co.id. Disini para siswa dan guru dapat menemukan berbagai macam pelajaran tentang matematika, Biologi, tentang sejarah, pengetahuan umum mulai dari jenjang SD, SMP, SMA , S1 dan S2. Canggih bukan? Kita dapat belajar kapan saja dan dimana saja dengan hanya membuka link tersebut.